kumpulan
CERITA PENDEK
KELAS XI IPA MAM I KARANGASEM
![]() |
Di susun oleh:
Ahmad Ziyad Najahi
Azid Zainuri
Azis Zainuddin
m. Wahdan Fauqi
Syahroni Al – Fatah
MA MUHAMMADIYAH 1 KARANGASEM
PACIRAN – LAMONGAN
2010 - 2011
ASALAMU’ALAIKUM WR.WB
LEADERSHIP POCONNG
Pada hari senin saya bertanya kepada adik kelas saya yaitu kelas IX MTs M 02. Saya bertanya kepadanya : kapan ada leadership di MTs? Kemudian ia menjawab : pada hari kamis malam, kemudian saya bertanya lagi : apakah saya boleh ikut?, dia menjawab : ya.
Setelah di perbolehkan ikut, saya memberitahu teman saya bahwa pada hari kamis ada leadership MTs. Kemudian dia bertanya : aku oleh melu to? Saya menjawab : oleh.
Kemudian tiba hari kamis malam setelah isya` saya sudah mempersiapkan barang yang akan saya bawa, tetapi sebelum ledership saya jadon terlebih dahulu bersama teman saya sambil membahas leadership. Tetapi sesudah membahas leadership saya pergi ke tempat latihan sambil menunggu jam 00.00 karena pada jam 00.00 perjalanan malam leadership akan di laksanakan.
Sesudah latihan pada jam 22.30 saya pulang dan mengambil kain putih (mori). Setelah mengambil kain putih saya pergi ke rumah teman saya yang sudah siap menunggu tetapi dia tidak ada di rumahnya. Ternyata dia bermain PS (plays tation) setelah saya menunggu dia setelah main PS, saya dan teman saya berangkat ke pos yang sudah di tentukan sebelumya yaitu tempatnya di jembatan dekat sawah yang mana tempat itu cukup gelap.
Pos demi pos di lalui oleh anak MTs itu tetapi belum juga di pos saya, kemudian saya mengobrol asik dengan teman saya dan saya bertanya kepadanya :saman gelem berdandan pocong dengan kain putih yang sudah saya bawah? Tetapi dia tidak mahu dan terpaksa saya yang berdandan menjadi pocong. Setelah selesai berdandan dan tidak lama kemudian akhir nya peserta leadership datang siap menunggu peserta leadership , ternyata tidak lama kemudian peserta leadership datang juga, lalu saya dan teman saya bersembunyi di balik tembok jembatan untuk menakut – nakuti peserta tersebut. akhirnya pegerta itupun tiba saat ia melihad saya dengan dandanan saya yang seperti pocong dia pun lari ketakutan sambil menabrak saya lalu saya dan teman-teman saya keluar dari tempat persembunyiannya sambil tertawa setelah selesai tertawa lalu kami memberi penjelasan ;bahwa itu Cuma pocong bohong-bohongan setelah selesai memberi penjelasan kamipun memberikan sedikit materi yang dapat membuat peserta mengetahui bahwa menjadi kakak pembina atau menjadi pemimpin itu tidak mudah setelah selesai kemudin kami menyuruh peserta untuk melanjutkan perjalanan ke pos selanjutnya setelah mereka setelah mereka melanjutkan perjalanan,tugas kami pun belum selesai masih banyak peserta yang harus kami tunggu dan kami beri materi.
Tetapi kami masih menunggu peserta selanjutnya setel tidak lama kemudian kami melihat peserta datang lalu tmansaya sembunyi dan saya bersembunyi di tempat yang berbeda, saya bersembunyi di balik tembok sendirin paa saat peserta dekat dengan persembunyian saya pun melompat seperti pocong tapi pserta itu tidak lari dan tetap berdiri melihad saya dengan expresi wajah tidak takut lalu saya melompatlagi satu langkah ke arah mereka akhir nya mereka gemetaran dan lari ketakutan menuju ke pos sebelumnya ketika melihat saya yang mendekati mereka. Setelah peserta tersebut lari ketakutan kemudian teman saya keluar dan kami semua tertawa. Setelah selesai tertawa lalu saya menyuruh teman saya untuk memanggil peserta yang lari tadi untuk kembali ke tempat pos tampat saya dan kami semua memberikan materi bersama.
Setelah selesai. Saya dan teman saya berjalan menuju ke tempat akhir pos, tetapi di tengah perjalanan saya dan teman saya berhenti di pos III karena saya melihat materi yang di berikan oleh kakak pembina tersbut kurang mendidik bagi pesrta lalu ada teman saya yang memanggil salah satu kakak Pembina yang berada di pos tersebut lalu kami memberitahukan bagai mana cara mendidik atau memberi materi yang baik setelah selesai kemudian kami melanjutkan perjalanan ke pos akhir,setelah sampai di pos akhir bersepakat untuk pulang dan tidak ikut menginap di sekolahan……………………,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,//////////////////////
.WASSALAM WR.WB.
………………
………… sekian …………………..
By : Azis Zainuddin
BANTARA yang ku BANGGAkAN
Pada suatu hari saya dan teman saya berniat mengikuti kegiatan kenaikan tingkat dalam kepramukaan yang bernama Bantara. Kami di beri pengarahan dan petunjuk oleh Bapak Taufik dan bapak sukyron bahwa kami harus melewati empat Desa dan di desa – desa tersebut kami di suruh mencatat Nama Kepalah Desa dan jumlah penduduk.
Perjalanan mulai dari sini, kami memulai dari lapangan madrasah aliyah lalu menuju sendang. Dalam perjalanan menuju sendang, kami melewati banyak rintangan di antaranya melewati sungai, tambak – tambak dan hutan – hutan dan sampailah kami pada desa sendang.
Kami berhenti di sebuah pondok yang bernama al – islah sendang. Di sana kami mengambil air wudlu untuk shalat maghrib. Setelah selesai shalat, kami meneruskan perjalanan untuk mencari balai desa sendang agung dan di balai desa tersebut kami bertemu dengan kelompok lain yang sedang bersantai – santai serta ada yang membeli makanan untuk bekal perjalanan mereka.
Di sana kami bingung karena kami tidak mempunyai peta dan mereka pun tidak mahu memberi tahu arah tujuan yang harus kami lalui berikutnya, tetapi tuhan masih berpihak kepada kita karena salah satu dari kami mendengar pembicaraan mereka yang mana mereka akan menuju kemana.
Kami langsung meneruskan perjalanan dengan menuju ke rumah bapak kepala desa sendang agung untuk mencari informasi tentang keadaan dan jumlah desa sendang agung. Sesampainya di rumah tersebut, salah satu dari kami masuk untuk bersilahturrahmi dan bertanya – tanya tentang keadaan desa tersebut.
Setelah kami keleuar dari rumah bapak kepala desa kami mencari jalan agar lebih mudah sampai di desa payama. Dalam perjalanan kami melewati hutan – hutan, dan sawah – sawah yang cukup seram karena kondisi yang mana hari itu sangat seram dan malam yang sunyi. Tidak lama kemudian kami sampai di desa payaman dan di sana kami mencari balai desa tersebut. Setelah menemukan balai desa tersebut kemudian kami berbincang – bincang dengan bapak – bapak yang berada di sana. Di sana kami di beri informasi tentang jumlah penduduk dan keadaan desa tersebut.
Di desa payaman, kami tidak hanya mendapat informasi tentang jumlah penduduk dan keadaan desa tersebut tetapi kami juga mendapat informasi tentang jalan yang cepat untuk mencapai wahana brumbun, tetapi jalan itu melewati gunung yang begitu seram. Namun dengan keteguhan kami, kami akhirnya melewati jalan itu karena jalan itu merupakan jalan pintas (cepat) untuk pergi ke wahana brumbun.
Dalam perjalanan, kami melewati gunung mumpluk yang konon katanya di sana banyak hantu yang berkliaran yang membuat bulu kudukku merinding dan salah satu teman kami ada yang takut sampai memegang tanganku dan dia tidak mahu melepaskan karena sangat takutnya dia pada malam hari itu.
Tidak lama kemudian kami telah sampai di persawahan yang dekat dengan wahana brumbun. Di sawah tersebut sangat gelap dan menyeramkan, kami masi tetap meneruskan itu memang jalan satu – satunya menuju ke desa brumbun. Di sawah tersebut kami melihat sinar yang kami kira itu adalah wahana brumbun tetapi ternyata itu hanyalah sebernak cahaya dari senter kecil dari teman kami yang tadi berangkat terlebih dahulu.
Pada saat itu kami sangat kecewa karena belum menemukan juga desa brumbun sehingga kami menggoda teman yang lain itu dengan mengagetkan mereka.
Dalam hitungan 1…………… 2……………. 3……………………….
Dan akhirnya teriaklah kami untuk mengagetkan mereka,,,,,,,,
Namun ternyat apa yang terjadi?
Ya, benar mereka akhirnya kaget karena di kira kami adalah makhluk yang tidak biasanya di lihat orang pada umumnya.
Kami akhirnya bisa senang dapat mengagetkan mereka.
Malam semakin larut, kami pada saat itu sudah berkumpul menjadi satu dan berbincang – bincang pada teman kami yang satunya lagi karena mengapa mereka belum sampai juga di wahana brumbun. Salah satu di antara mereka menceritakan kepada kami dan ia berbicara,….
Beneran mahu tahu ……………………….?
Beneran………….?
Dalam hati dia tertawa dan takut, dia pun mengatakan bahwa ia dan teman dari kelompok kami yang lainnya tersesat akibat tipu daya makhlus halus katnya.
,,,,,,,,,,,
Dari cerita tersebut akhirnya kami pun membaca doa bersama – sama….
Yang isinya
Doa ayat kursi….. ,surat an – naml dan tiga surat terakhir dari al – quran.
Ternyata alhamdulillah Allah masi melindungi kita, pada saat berjalan kami melihat sebuah rumah sendirian. Kami bertnya pada pemilik rumah itu
“ kemana arah desa brumbun pak?”
Pemilik rumah itu menjawab
“ dekat nak, dari sini kalian jalan lurus saja kemudian ketimur kira – kira 65 langkah dari sini”
Dari informasi tersebut kami pun lalu berjalan dari apa yang di beri tahu pemilik rumah itu.
……………..”Apa yang terjadi” ?
Ya, ternyata pemilik rumah itu benar kalau wahana brumbun sangat dekat dari rumah itu.
Akhirnya kami pun tiba di wahana brumbun. Dan kami pun mulai untuk pengukuhan bantara di TPI kranji. Sebelum kesana kami harus melewati pos demi pos untuk pergi kesana. Akhirnya sampailah kami di TPI kranji dan kami pun di kukuhkan menjadi penegak bantara sehingga kami semua sangat senang mendengar hal tersebut.
……………. By : Ahmad Ziyad Najahi.
……………….
…………………….. sekian ………………
Armada laut impian ku
Pada hari selasa tepatnya tanggal 11-12 Januari 2011, saya yang bernama “Azid Zainuri” dan teman semua dari pondok karangasem paciran lamongan pergi ke lantamal v Surabaya untuk pelatihan dan orentasi. Waktu sebelum berangkat kami dikarangtina di rumahnya Bapak Ramlan karena agar pergi ke lantamal V dengan tepat waktu. ketika di rumah bapak Ramlan, kami di beri pengarahan lalu kami pun tidur sekitar jam 11 malam.
Subuh di kumandangkan, salah satu dari teman kami membangunkan kami ,,,,
“Bagun ………. Bangun ………….. bangun………..?”
kami pun terbangun dalam kelelapan yang hening tetapi kami tetap membuka mata kami untuk bergegas shalat subuh dan bersiap – siap berangkat
“hore ……….. hore ,,,,,,,,,, hore …………. Kita akan berangkat ke Surabaya”, teman dari kami ada yang sangat gembira. Tepatnya jam 05.00 pagi bis armada yang kami tumpangi telah datang sehingga kami merasa senang karena kami ingin sekali melihat pangkalan armada angkatan laut V Surabaya. …………………………………………………..
“Welcome to AL V …………” sorak teman kami yang senang.
Jam 07.00 kurang 10 menit kami sampai tujuan, rasanya agak pegal karena Bis yang kami tumpangi tidak muat sehingga sebagian dari kami harus berdiri, ……. “ capekk ….. deh berdiri terus,,,,,……” teman kami mengeluh. ?1 ……………………………………
tetapi karena kami di sana di sambut dengan baik kami menjadi semangat kembali. Sebelum kami berangkat kami di beri pengarahan oleh Bapak Musthofa, Fugu, dan Bapak Imam. Bapak Fugu berkata : “ ya selamat pagi semua anak – anak? “
kami menjawab : “ pagi pak fugu” . kemudian pak Fugu melanjutkan pembicaraannya : “ kalian akan bertempat tinggal di sisni untuk waktu dua hari, oleh karena itu gunakanlah waktu kalian untuk menuntut ilmu sebanyak – banyaknya di sini.” …… dan” sekarang kalian upacara dulu” . sebelum upacara pembukaan, kami di beri ilmu sedikit oleh bapak Muhadi yaitu tentang cara membenahkan tali sepatu yang baik setelah itu kami makan pagi agar tenaga terisi kemudian kami upacara pembukaan tepat jam 10.00.
Kegiatan setelah upacara pembukaan, materi yang pertama yaitu pengenalan tentang saka bahari, kami di beri pengetahuan secara detail mulai dari krida saka bahari yang memiliki 4 krida juga memberi tahu tugas tiap – tiap krida tersebut. materi yang kedua yaitu tentang bela Negara, dari materi tersebut mengingatkan kepada kami bahwa Negara kita harus di jaga semaksimal mungkin agar Negara kita damai dan abadi seperti yang tertuang dalam UUD 1945 dan pancasila.
Setelah materi kedua kami istirahat untuk shalat dhuhur berjamaah, jam 13.00 kami di kumpulkan untuk makan siang, pada saat makan siang ada kejadian yang langkah karena dari seorang teman kami yang bernama Anas tiba – tiba di hukum akibat dia tidak makan bersama – sama. berkatalah bapak Muhadi : “ siapa yang makan duluan?” teman – teman menjawab : “ Anas pak …….” Dari situlah Anas akhirnya di hukum untuk mencuci piring .
Hari mulai panas, kami setalah makan siang di kumpulkan di ruang yang sejuk sehingga sebagian dari kami terlelap dalam mimpi yang waktu itu kami di beri materi Bapak Muhadi yang wajahnya bisa seram dan juga bisa lucu, agar tidak mengantuk bapak Muhadi memberi kami permainan dan yel – yel yang lucu, di antaranya yaitu lagu cita – citaku, mars saka bahari. Selain itu ada lagu yang mengisahkan seorang pemuda dalam perang sampit bunyinya ini. …………………………………
“mambo… o…o…. alang – alang limadue adueda aduedo repah – repah manahe 2x, yi… ha 2x, josss…..” dan lagu maras bahari yang bunynya …..
Inilah …….. inilah ………. Inilah …….
Inilah semboyan kita
Di darat di laut di udara kita jaya
Membela pancasila …….
Maju – majulah ……. Hai …….
Saka bahari pramuka masa kini…
Pantang mundur mati sudah umur …
Hai bahari …
******
Dalam canda dan tawa ada salah satu di antara teman kami ada yang di beri hadiah ale – ale yaitu sebuah hadiah yang membuat kami tertawa melihatnya.
Hari tidak terasa sudah sore, ashar telah tiba kemudian kami pun sholat berjamaah, setelah shalat berjamaah bapak Muhadi membariskan kami untuk latihan PBB. Pada latihan tersebut Bapak Muhadi memberikan cara berbaris yang baik, lapor yang baik, bubar barisan yang kompak. Saat matahari mulai terbenam bapak muhadi menyelesaikan materi tersebut untuk foto bersama kemudian istirahat sampai isya`.
Malam – malam jam 20.00 kami di kumpulkan untuk materi navigasi dan prajurit malam tetapi sayang materi yang navigasi tidak jadi di ajarkan sehingga khususnya saya sangat kecewa. Namun kekecewaan tersebut hilang karena prajurit malam segera di berangkatkan, sebelum di berangkatkan kami di beri sandi oleh Bapak Muhadi yang berbunyi “ telah di ketemukan mayat yanti, mati bunuh diri, lompat ke jurang, mata melotot, lidah menjulur keluar, usus terburai, segera dikirim kertamerta” kami pun di berangkatkan. Pada saat giliran saya dan kelompok saya, kami merasa dek – dekan pada di pos pertama, namun setalah sampai di pos pertama ternyata kami hanya di suruh untuk mengulangi kata sandi yang di berikan bapak muhadi, setelah itu kami baru di berikan kata sandi lagi yang berbunyi “ bilang kapas di jawab padi, bilang dekdada di jawab dadadek dan jika di tembak 1x dib alas 2x” dan kami mulai berangkat ke pos berikutnya, waktu di tengah perjalanan kami di takut – takuti oleh penjaga pos yang berpenampilan seram tetapi kami tidak takut karena kami sudah biasa dengan hal tersebut. Sampai di akhir pos kami di suruh cuci muka lalu kami di suruh tidur namun kami harus kumpul dahulu karena Pak Ramlan mahu berbicara sesuatu, selasai pak ramlan berbicara kami lalu tidur agar tenaga kembali fit.
Pagi telah tiba, tanggal 12 pelithan selesai dan kami pada jam 09.00 kami di kukuhkan sebagai anggota saka bahari, kami senang sekali apa lagi saya yang di percaya untuk menjalankan tugas sebagai ketua krida reksa bahari. Setalah pengukuhan kami tour bersama bapak angkatan laut ke KRI dewa ruci, di ditu kami merasa bangga bisa menaiki kapal yang bersejarah serta kapal yang tertua di dunia itu. Setelah ke KRI dewa ruci kami melanjutkan perjalanan ke patung monjaya, patung yang panjangnya 60 meter serta merupakan patung tertinggi ke dua sedunia. Habis di patung monjaya kami pergi ke planetarium, di sana kami melihat berbagai benda bersejarah dan melihat berbagai macam bintang. Kami merasa lelah kemudian kami makan siang bersama – sama, setelah itu kami lalu pulang sekitar jam 19.00
……………….. sekian ……… by : Azid Zainuri
SEPAK BOLA KEBANGGAAN KU
Pada hari Jum’at sekitar pukul 07.00 pagi saya dan teman-teman akan bertanding sepak bola melawan anak-anak Pondog K.A. Seharusnya pertandingan ini sudah berlangsung pada hari jum’at yang sebelumnya tetapi karena pada saat itu malamnya terjadi hujan yang sangat lebat, maka dengan sangat terpaksa kami harus membatalkan pertandingan tersebut karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan untuk di pakai dan kami sepakat untuk menunda pertandingan tersebut menjadi hari jum’at yang akan datang.
Akhirnya hari yang kami tunggu-tunggu itu pun datang, dan sebelum berangkat menuju ke lapangan semua pemain sepakat untuk berkumpul dulu di salah satu rumah temen kita supaya bisa berangkat secara bersamaan. Setiba saya disana ternyata teman-teman kami baru sebagian saja yang datang sehingga saya harus menunggu sampai semuanya datang. Setelah menunggu cukup lama akhirnya semuanya pun sudah berkumpul dan segera menuju ke lapangan secara bersamaan, sampai di tempat tujuan ternyata anak-anak Pondog belum ada yang datang, sambil menunggu mereka datang kami melakukan pemanasan (streaching) terlebih dahulu, tidak lama kemudian akhirnya segerombolan anak-anak Pondog datang menuju lapangan sambil di dampingi oleh seorang yang sering kita kenal dengan sebutan “Ca’ Wildan”. Akhirnya, kedua kesebelasan pun sudah datang dan akan segera melakukan pertandingan, tapi sebelum pertandingan di mulai kedua kesebelasan melakukan foto-foto terlebih dahulu dan di lanjutkan dengan berjabat tangan.
(priiiiiiiiitt)…. Kick Off babak pertama pun dimulai, kami mengawali pertandingan tersebut dengan semangat juang yang begitu besar. Tapi kelihatannya para pemain kami saat itu sangat kesulitan untuk mencetak gol ke gawang lawan, ya…. Mungkin karena pada saat itu banyak pemain-pemain yang kita andalkan tidak bisa masuk lebih awal karena ada urusan-urusan tersendiri. Sejak babak pertama dimulai banyak peluang-peluang terjadi, namun sayang peluang-peluang tersebut hanya terbuang sia-sia. Setelah cukup lama bermain imbang, akhirnya kamipun dengan susah payah bisa mencetak gol dan merubah kedudukan menjadi 1-0. Dengan hadirnya satu gol tersebut membuat para pemain kami lebih semangat dan berusaha untuk mencetak gol sebanyak-banyaknya ke gawang lawan. Hasilnya, sebelum babak pertama usai kami mampu menambah 3 gol dan mengakhiri babak pertama dengan skor 4-0.
Istirahat sudah berlalu, Kick Off babak kedua akan segera di mulai semua pemain bersiap-siap masuk kedalam lapangan dan mulai bertanding lagi. Karena pagi hari itu sangat cerah, matahari pun mulai menyengat tubuh kami tapi itu tidak membuat semangat kami luntur, kami tetap berusaha untuk mencetak gol sebanyak-banyak dan membuat padeg menang. Dengan bermodal kemenangan 4-0 di babak pertama para pemain-pemain kami kelihatannya sangat menikmati permainan tersebut tanpa takut akan kemasukan gol dari lawan. Permainan di babak kedua itu berlangsung sangat cepat, para pemain dari kedua kesebelasan silih berganti masuk kedalam lapangan dan dengan stamina yang masih fit itu, kami mampu menceploskan 7 gol lagi ke gawang lawan dan merubah kedudukan menjadi 11-0. Dengan 11 gol itu tidak membuat kami berhenti untuk menyerang, kami tetap menggempur pertahanan lawan dan berusaha mencetak gol lebih banyak lagi. Tapi karena keasyikan menyerang, kami di kejutkan dengan satu gol dari mereka sehingga merubah kedudukan menjadi 11-0. Satu gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang mereka ciptakan di pertandingan itu.
Akhirnya pluid panjang pun berbunyi, kami mampu mempertahankan kemenangan tersebut sampai akhir pertandingan. Anehnya, hampir semua pemain dari kita mampu mencetak gol ke gawang lawan dan satu kebanggaan tersendiri buat saya karena pada saat itu saya mampu mencetak 3 gol (hadtrick) ke gawang lawan dan membawa padeg menang telak atas pondog karangasem dengan skor 11-1.
Meskipun di dalam lapangan kami layaknya seorang musuh, tapi setelah di luar lapangan kami tetap menjadi teman dan berjabat tangan sambil meminta maaf atas semua yang telah kita lakukan selama di dalam lapangan. Akhirnya semuanya pun berakhir dan kami pulang dengan membawa kemenangan yang cukup besar.
…………
………. Sekian …………
By : syahroni alfatah
BERKEMAH KE BUMI MANTUP
Pada saat ujian menyisakan bebehari lagi, tiba tiba pak guru masuk ke ruangan dimana saya sedang mengerjakan soal ujian, pada saat itu saya sangat kaget dan takut karena saya kira kedatangan pak guru hanya untuk melakukan pemeriksaan,ternyata kedatangan pak guru hanya untuk mengumumkan anak-anak yang akan dikirim keperkemahan di mantub dan ternyata saya terpilih menjadi peserta kegiatan kemah dari beberapa nanak.
Setelah pulang dari sekolah saya bersama anak-anak yang terpilih untuk kemah berkumpul untuk bersiap –siap menebang pohon bambu yang dekat dengan desa saya untuk dibuat ranjang kasur yang tanpa kaki yang terbuat dari bambu. Semua anak sudah berkumpul kami pun beranjak dimana tempat bambu berada,namun kami hanya mengambil lima pohon bambu karena disuruh pak guru, mulailah kami membuat rancangan,dari mengukur bambu sampai membelah bambu . Saya di tugaskan anak-anak untuk membelah bambu. Sore semakin gelap, kami pun terpaksa mengerjakannya dengan tergesa-gesa dan akhirnya selesai juga.
Malam harinya semua anak di suruh pak guru untuk berkumpul di sekolahan karena akan dikasih pengarahan-pengarahan yang menyangkut tentang kepanduan, namun malam itu sedang turun hujan yang lumayan deras, sehingga hanya sedikit anak yang berkumpul,meskipun hanya sedikit kami pun berniat mendatangi ke rumah pak guru yang akan memberikan pengarahan-pengarahan.
Keesokan harinya saya berkemas-kemas bembereskan barang dan bekal ke dalam tas yang akan di bawah untuk pergi berkemah. Setelah semuanya sudah siap,saya berangkat ke sekolahan untuk berkumpul dan bersiap untuk berangkat bersama-sama ke bumi perkemahan mantub. Datanglah mobil yang dari tadi kami tunggu-tunggu kedatangannya di halaman sekolahan kami, dan kami semua langsung naik keatas mobil. Ketika semua anak-anak semuanya sudah naik,mobil pun siap berangkat dan tancap gas untuk berangkat menuju ketempat perkemahan.
Di dalam perjalanan saya menikmati pemandangan-pemandangan di sekitar jalan perdesaan yang masih hijau penuh pepohonan yang menjulang tinggi, bahkan gunung semeru yangbegitujauh menampakan kegagahannya di sela-sela perjalanan.Tibahlah rombongan kami di tempat perkemahan, kami semua turun dari mobil dan menurunkan peralatan-peralatan yang dibutuhkan selama perkemahan berlangsung. Lalu kami bersiap untuk membangun tenda untuk istirahat, namun kami mendapatkan sedikit masalah, yaitutanah yang disediakan oleh panitia untuk membangun tenda ukurannya lebih kecil dari ukuran tendanya, karena tanahnya kekecilan, salah satu dari teman saya nekat untuk memindahkan nomor tanah tempat milik salah satu peserta yang sudah disediakan oleh panitia. Tanpa basa-basi kami mendirikan tenda, namun rombongan peserta yang lain tidak terimah karena tanah yang disediakan oleh panitia ke tempat yang lain. Kami semua melakukan perundingan dengan peserta yang lain, tetapi masih juga mereka tidak terimah dengan perundingan yang kita lakukandan terpaksa kami mengecilkan ukuran tenda yang sudah kami dirikan.
Hari semakin siang, semua peserta perkemahan bersiap-siap menuju ke gedung bayangkara untuk melakukan sholat jum’at. Di selatan gedung bayangkara saya berhenti sejenak untuk melihat kolam atau sendang yang di dalamnya terdapat ikan-ikan besar dan bermacam-macam jenisnya, namun ikan itu tidak boleh diambil karena warga-warga di sana mempercayai adanya hal-hal yang mistis di sendang tersebut. Setelah sholat jum’at selesai, semua peserta kembali ke tenda masing-masing mempersiapkan diri untuk melaksanakan upacara pembukaan perkemahan, namun sebelum upacara di mulai saya dan teman-teman membeli makanan di kantin yang sudah di sediakan oleh panitia untuk makan siang. Tidak lama kemudian terdengar suara dari panitia yang menyuruh semua peserta kemah diharap berkumpul di depan halaman sekolahan yang dekat dengan tempat perkemahan. Semua peserta pun berbaris dan mengikuti jalannya upacara hingga selesai.
Pada malam harinya semua peserta berkumpul di tenda induk panitia untuk melakukan kegiatan selanjutnya yaitu pentas seni (pensi) . Penampilan pertama dibuka oleh peserta dari SMA- M 06 yang menampilkan tarian-tarian yang tak jelas, sedangkan aliyah mendapatkan nomor urut tampil paling terakhir alias penutup. Di malam itu semua peserta sangat menikmati kegiatan tersebut karena banyak penampilan-penampilan yang ditunjukkan oleh peserta, seperti: pencak silat, menyanyi, dan melakukan atraksi bambu gila. Kegiatan etrsebut dilaksanakan selama dua hari, jadi perwakilan dari aliyah akan tampil pada malam berikutnya. Setelah kegitan pentas seni selesai sekitar jam 23:00 lalu dilanjutkan dengan apel malam, namun pada apel malam panitia sangat marah karena ada anak yang ketahuan merokok pada siang hari, sehingga panitia menyuruh peserta yang ketahuan merokok harap maju ke depan, sehingga semua peserta terkena hukuman dan disuruh push-up. Panitia pun semakin keras bertindak dan lama kemudian akhirnya ada yang mengaku yaitu peserta dari Bulu brangsi. Kejadian itu membuat semua peserta kelelahan dan membuang-buang waktu untuk istirahat dan tidur. Semua peserta hanya tidur beberapa menit saja,bahkan ada anak yang tidak tidur sama sekali.
Tepat jam 14:00saya dan semua peserta bangun dari tidur untuk melaksanakan apel pagi dan dilanjutkan dengan sholat tahajjud di halaman gedung bayangkara. Smbil menunggu adzan shubuh semua peserta duduk-duduk dengan tenang dan ada juga yang bertidur-tiduran. Adzan pun terdengar, kami semua bersiap-siap untuk sholat shubuh berjama’ah. Setelah sholat semua peserta berkumpul di halaman gedung bayangkara untuk melakukan senam pagi yang dipimpin oleh panitia, tidak lama kemudian teman saya datang memanggil untuk mengajak saya mengikuti perlombaan tali temali.
Siang harinya panitia mengadakan kegiatan pembelajaran kepanduan dan semua peserta diarak ke sebuah bukit yang indah dan disana juga materi akan diajarkan. Setiap kelompok peserta dibagi menjadi beberapa orang, saya di sana mendapatkan pelajaran tali temalidari panitia saat pembelajaran di atas bukit tersebut. Karna hari semakin gelap panitia memerintahkan agar semua peserta kembali keperkemahan dan bersiap-siap sholat maghrib dandilanjutkan dengan sholat isya’. Malam semakin larut semua peserta berbondong-bondong menuju ke tenda induk untuk menyaksikan pentas seni (pensi) malam yang ke dua. Di malam itu perwakilan dari aliyah menampilkan pantonim yang di perankan oleh tiga orangyang berjudul maling tv. Saat acara pentas seni selesai , tiba-tiba panitia mengadakan operasi hpbesar-besaran , sehingga anak yang membawa hp diambil panitia dan yang hp-nya di tenda disuruh mengambil. Panitia memeriksa hp satu-persatu dan panitia mendapatkan hp ada isinya yang tidak –tidak, sehingga anak yang mempunyai hp tersebut disuruh ke depan.
Hari terakhir diperkemahan, semua pesrta mengikuti kegiatan out bond selama sehari penuh sedangka perjalanan yang ditempuh berjarak sepanjang 25 kilometer. Perjalanan di mulai dari tenda induk, kami disana disuruh baris-berbaris sampai bisa. Kami pun melanjutkan perjalanan, sedangkan rute yang kami lalui adalah jalan yang berbukit, naik gunungdan turun gunung, bahkansemua peserta menyebur kesebuah rawa-rawa yang kedalamannya setinggi orang dewasa dan ada yang dangkal. Satu -persatu pos kami lewati dengan kekompakan dan saling membantu, bahkan kami semua sangat bersemangat saat pos keterakhir, karena disana kami akan menyelesaikan semua tantangan-tantangan dari panitia .
Setelah out bond selesai, semua peserta berkumpul dan disuruh baris untuk menuju ke tempat perkemahan dan bersiap-siap untuk melaksanakan apel penutupan perkemahan. Saat apel penutupan perkemahan semua peserta saling berjabat tangan satu sama lain dan saling bermaafan. Setelah apel kami membongkar tenda dan bersiap-siap unyuk pulang.
…………….
………. Sekian ………….
By : M Wahdan Fauqi

1 comments:
aziddd. qmu rajin sekali mengabadikan kisah teman2 qmu. zuppper zekali ya. :p
Post a Comment