Home » » laporan hasil study tour

laporan hasil study tour

Written By Unknown on Wednesday, December 29, 2010 | 5:55 PM


LAPORAN
HASIL STUDY TOUR


MAM01.jpg
 



Oleh : azd zainuri

Mam 01 karangasem
 paciran – lamongan
2010/2011


Kata pengantar
Bissmillahirrohmanirrohim,
            Segala puji dan syukur saya panjatkan kehadirat allah swt, karena berkat rahmat dan inayahnya saya dapat menyelesaikan hasil laporan study tour MAM 01 karangasem ini. Shalawaat serta salam semoga tercurahkan kapada nabi muhammad saw, yang menjadi panutan seluruh alam.
            Dalam penulisan laporan ini, telah sesuai dengan petunjuk yang guru berikan kepada saya insyaallah.
            Adapun tujuan laporan ini yaitu agar teman – teman mengethui tentang jenis salak, manfaat salak, cara pemeliharaannya dan lain debagainya yang ada di kebun salak agrowista jogjakarta, selain tujuan tersebut juga ada tujuan lain yaitu untuk melaporkan hasil study tour saya yang tempatnya di jogjakarta.
            Saya menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurnah, baik isi maupun cara pengungkapannya. Hal ini karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman saya, untuk itu saya sangat menantikan saran – saran dari guru dan teman – teman semua.

Paciran, 1 januari 2011


Guru pembimbing







……………………………………………..
Penulis







…………………………………………………..




Daftar isi
Kata pengantar  ……………………………………………………………………………………………………………. i
Daftar isi ………………………………………………………………………………………………………………………. ii
BAB I    : PENDHULUAN
a.       Latar belakang ……………………………………………………………………………………………… 1
b.      Rumusan masalah …………………………………………………………………………………………. 1
c.       Tujuan …………………………………………………………………………………………………………… 1
d.      Manfaat ………………………………………………………………………………………………………... 2
BAB II   : PEMBAHASAN
a.      Perkebunan salak agrowisata jogjakarta ………………………………………………………….. 3
b.      Jenis salak pondoh …………………………………………………………………………………………… 3
c.       Pedoman budidaya ………………………………………………………………………………………….. 4
d.      Syarat tumbuh …………………………………………………………………………………………………. 8
e.      Pemanenan  …………………………………………………………………………………………………….. 9
f.        Manfaat salak ………………………………………………………………………………………………….. 10
BAB III   : PENUTUP
a.      Kesimpulan ………………………………………………………………………………………………….. 11
b.      Saran – saran ……………………………………………………………………………………………….. 11
c.       Lampiran ………………………………………………………………………………………………………  11










BAB I
PEMBAHASAN
A.Latar Belakang
Salak merupakan yang banyak di sukai oleh orang – orang, buah salak (Salacca Edulis) merupakan salah satu buah tropis yang banyak diminati oleh orang Jepang, Amerika, dan Eropa. Buah ini memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi dan dapat dikonsumsi sebagai buah segar maupun diolah sebagai manisan. Daging buah ini mengandung kalsium, tanin, saponin, dan flavonoida.
Salak yang ada di indonesia terdapat 18 jenis slak yang sudah di silangkan menjadi salak yang manis. Di jogjdkarta terdapat argowisata salak yang terkenal, lokasinya sangat luas yaitu mencapai 27 hekatar dan memiliki 8 karyawan. Jenis salak di wisata tersebut banyak sekali di antaranya yaitu salak pondoh, nglinting, madu dan lain sebagainya.
Salah satu manfaat dari buah salak adalah sebagai obat mencret. Caranya cukup dengan mengkonsumsi 20 gram daging buah yang masih muda. Selain itu salak juga dapat menyembuhkan asam urat yang di rebus dengan daun salam.
Oleh karena itu dengan adanya laorn ini diharapkan agar guru dan teman – teman dapat mengetahui lebih banyak lagi manfaat salak.
B.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah sebagaimana telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
a.      Bagaimana pengetahuan anda tentang agrowisata salak yang ada di jogjakarta?
b.      Apa saja jenis salak pondoh itu?
c.       Apa saja pedoman pembudidayaan supaya tanaman salak menjadi baik?
d.      Apa syarat agar tanaman salak tumbuh baik?
e.      Bagaimana cara memanen salak yang baik?
f.        Apa saja manfaat salak itu?
C.Tujuan
Adapun tujuan laporan ini yaitu agar teman – teman mengethui tentang jenis salak, manfaat salak, cara pemeliharaannya dan lain debagainya yang ada di kebun salak agrowista jogjakarta, selain tujuan tersebut juga ada tujuan lain yaitu untuk melaporkan hasil study tour saya yang tempatnya di jogjakarta.
D.Manfaat
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai
berikut:
a.       Dapat maengetahui sekilas tentang perkebunan salak di agrowista jogjakarta.
b.      Dapat maengetahui jenis – jenis salak pondoh.
c.       Dapat maengetahui cara pembudidayaan salak yang baik.
d.      Dapat maengetahui syarat agar tanaman salak tumbuh baik.
e.       Dapat mengetahui car panen salak yang baik.
f.       Dapat mengetahui manfaat salak.

















BAB II
PEMBAHASAN
A.Perkebunan Salak Agrowisata Jogjakarta
         Agrowisata Salak Pondoh terletak di desa Bangunkerto, kecamatan Turi, 25 km dari kota Jogja. Daya tarik dikunjungi, kita bisa mengetahui bagaimana buah ini ditanam dan digarap dan sekaligus berbelanja buah salak untuk oleh-oleh. Agrowisata salak ini memiliki tanah seluas 27 hektar, 8 hektar buat wisata dan 19 hektar buat usaha tanaman salak. Di sana terdapat 8 karyawan yang siap melayani para tamu yang mengunjungi wisata tersebut. Dalam pengembangan bibit wisata agro di jogjakarta menggunkan sistem pencangkoan agar rasanya tetap manis.
             Jenis salak yang sering di tanami di sana ialah salak pondoh karena salak tersebut rasanya sangat manis. Salak pondoh memilki 8 jenis yaitu salak madu, salak super, salak nglinting, salak manggala, salak hitam, salak klengkeng, salak gading dan salak ayu.
 Dalam perawatan salak di agrowisat jogjakarta tidak muda karena jika musim kemarau harus membutuhkan banyak air, pemupukannya dalam satu tahun 2 kali dengan menggunakan pupuk orgnik, melakukan penyiahan, dan pemangkasan agar salak dapat tumbuh baik dan rasanya enak.
B.Jenis – Jenis Salak Pondoh
        Di agrowisata salak, salak pondoh memiliki jenis salak pondoh sebanyak 8 jenis, yaitu :
1.      Salak super, salak super ini dagnignya tebal, wangi, dan harum, dan warnanya agak kekuningkuningan. Harga salak super ini yaitu 5000/kg.
2.      Salak manggala, salak manggala ini dagingnya tebal seperti salak super tetapi warnanya agak putih.
3.      Salak madu, salak ini sangat manis sehigga harganya cukup mahal di banding dengan salak super yaitu 3500/kg.
4.      Salak klengkeng/ gula pasir , salak ini dagingnya kecil – kecil tetapi manis. Salak ini harganya paling murah yaitu 4000/kg.
5.      Salak gading, salak gading ini kalau muda agak belum manis, salak ini dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit asam urat yang direbus dengan daun salam dn diminum sehari 3 kali.
6.      Salak ayu, salak ini manis, harum dan bijinya kecil.
7.      Salak hitam, salak ini di namakan salak hitam karena kulitnya yang sangat hitam berbeda dengan salak yang lainnya.
8.      Salak nglinting, salak ini mengkerut dan tebal
C.Pedoman Budidaya

1. Pembibitan
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mengusahakan tanaman salak adalah penggunaan bibit unggul dan bermutu. Tanaman salak merupakan tanaman tahunan, karena itu kesalahan dalam pemakaian bibit akan berakibat buruk dalam pengusahaannya, walaupun diberi perlakuan kultur teknis yang baik tidak akan memberikan hasil yang diinginkan, sehingga modal yang dikeluarkan tidak akan kembali karena adanya kerugian dalam usaha tani. Untuk menghindari masalah tersebut, perlu dilakukan cara pembibitan salak yang baik. Pembibitan salak dapat berasal dari biji (generatif) atau dari anakan (vegetatif).
Pembibitan secara generatif adalah pembibitan dengan menggunakan biji yang baik diperoleh dari pohon induk yang mempunyai sifat-sifat baik, yaitu: cepat berbuah, berbuah sepanjang tahun, hasil buah banyak dan seragam, pertumbuhan tanaman baik, tahan terhadap serangan hama dan penyakit serta pengaruh lingkungan yang kurang menguntungkan.
Keuntungan perbanyakan bibit secara generatif:
a) dapat dikerjakan dengan mudah dan murah
b) diperoleh bibit yang banyak
c) tanaman yang dihasilkan tumbuh lebih sehat dan hidup lebih lama
d) untuk transportasi biji dan penyimpanan benih lebih mudah
e) tanaman yang dihasilkan mempunyai perakaran kuat sehingga tahan rebah dan
    kekeringan
f) memungkinkan diadakan perbaikan sifat dalam bentuk persilangan
.
Kekurangan perbanyakan secara generatif:
a) kualitas buah yang dihasilkan tidak persis sama dengan pohon induk karena
mungkin terjadi penyerbukan silang

b) agak sulit diketahui apakah bibit yang dihasilkan jantan atau betina.

2.Persyaratan Bibit
Untuk mendapatkan bibit yang baik harus dilakukan seleksi terhadap biji yang
akan dijadikan benih. Syarat-syarat biji yang akan dijadikan benih :
a) Biji berasal dari pohon induk yang memenuhi syarat.
b) Buah yang akan diambil bijinya harus di petik pada waktu cukup umur.
c) Mempunyai daya tumbuh minimal 85 %.
d) Besar ukuran biji seragam dan tidak cacat.
e) Biji sehat tidak terserang hama dan penyakit.
f) Benih murni dan tidak tercampur dengan kotoran lain.

3. Penyiapan Bibit
a) Bibit dari Biji:
1. Biji salak dibersihkan dari sisa-sisa daging buah yang masih melekat.
2. Rendam dalam air bersih selama 24 jam, kemudian dicuci.
b) Bibit dari Anakan:
1. Pilih anakan yang baik dan berasal dari induk yang baik
2. Siapkan potongan bambu, kemudian diisi dengan media tanah
3) Teknik Penyemaian Bibit
a) Bibit dari Biji:
1. Biji salak yang telah direndam dan dicuci, masukkan kedalam kantong plastik yang sudah dilubangi    (karung goni basah), lalu diletakkan di tempat teduh dan lembab sampai kecambah berumur 20-30  hari
2. Satu bulan kemudian diberi pupuk Urea, TSP dan KCl, masing-masing 5 gram, tiap 2-3 minggu  sekali
3. Agar kelembabannya terjaga, lakukan penyiraman setiap hari
b) Bibit dari Anakan dengan pesemaian bak kayu:
1. Buat bak kayu dengan ukuran tinggi 25 cm, lebar dan panjang disesuaikan dengan kebutuhan
2. Diisi dengan tanah subur dan gembur setebal 15-20 cm
3. Diatas tanah diiisi pasir setebal 5-10 cm
4. Arah pesemaian Utara Selatan dan diberi naungan menghadap ke Timur
5. Benih direndam dalam larutan hormon seperti Atonik selama 1 jam,
konsentrasi larutan 0,01-0,02 cc/liter air
6. Tanam biji pada bak pesemaian dengan jarak 10 x 10 cm
7. Arah biji dibenamkan dengan posisi tegak, miring/rebah dengan mata tunas berada dibawah.

4. Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian
Untuk pembibitan dari biji, media pembibitan adalah polybag dengan ukuran 20 x 25 cm yang diisi dengan tanah campur pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Setelah bibit atau kecambah berumur 20-30 hari baru bibit dipindahkan ke polibag.
Pembibitan dengan sistem anakan, bambu diletakkan tepat di bawah anakan salak, kemudian disiram setiap hari. Setelah 1 bulan akar telah tumbuh dan anakan dipisahkan dari induknya, kemudian ditanam dalam polybag. Pupuk Urea, TSP, KCl diberikan 1 bulan sekali sebanyak 1 sendok the

5) Pemindahan Bibit
Untuk bibit dari biji, setelah bibit salak berumur 4 bulan baru dipindahkan ke lahan pertanian. Untuk persemaian dari anakan, setelah 6 bulan bibit baru bisa dipindahkan ke lapangan.

6. Pengolahan Lahan

1) Persiapan
    Penetapan areal untuk perkebunan salak harus memperhatikan faktor kemudahan
    transportasi dan sumber air.
2) Pembukaan Lahan
            a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta
menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam.
b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.
7. Teknik Penanaman

1) Pembuatan Lubang Tanam
Lubang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm dengan jarak tanam 1 x 4 m; 2 x 2 m atau 1,5 x 2,5 m. Ukuran lubang dapat juga dibuat 50 x 50 x 40 cm, dengan jarak antar 2 x 4 m atau 3 x 4 m. Setiap lubang diberi pupuk kandang yang telah jadi sebanyak 10 kg.
2) Cara Penanaman
Biji ditanam langsung dalam lubang sebanyak 3- 4 biji per lubang. Sebulan
kemudian biji mulai tumbuh
3) Lain-lain
Untuk menghindari sinar matahari penuh, tanaman salak ditanam di bawah tanaman peneduh seperti tanaman kelapa, durian, lamptoro dan sebagainya. Apabila lahan masih belum ada tanaman peneduh, dapat ditanam tanaman peneduh sementara seperti tanaman pisang. Jarak tanam pohon peneduh disesuaikan menurut ukuran luas tajuk misalnya kelapa ditanam dengan jarak 10 x 10 m, durian 12 x 12 m dan lamtoro 12 x 12 m.
8. Pemeliharaan Tanaman
Setelah selesai ditanam, tanaman salak perlu dipelihara dengan benar dan teratur sehingga diperoleh produksi kebin yang baik dan produktif. Pemeliharaan ini dilakukan sampai berakhirnya masa produksi tanaman salak.
1) Penjarangan dan Penyulaman
Untuk memperoleh buah yang berukuran besar, maka bila tandan sudah mulai rapat perlu dilakukan penjarangan. Biasanya penjarangan dilakukan pada bulan ke 4 atau ke 5.
Penyulaman dilakukan pada tanaman muda atau yang baru ditanam, tetapi mati atau pertumbuhannya kurang bagus atau kerdil, atau misalnya terlalu banyak tanaman betinanya. Untuk keperluan
penyulaman kita perlu tanaman cadangan (biasanya perlu disediakan 10%) dari jumlah keseluruhan, yang seumur dengan tanaman lainnya. Awal musim hujan sangat tepat untuk melakukan penyulaman. Tanaman cadangan dipindahkan dengan cara putaran, yaitu mengikutsertakan sebagian tanah yang menutupi daerah perakarannya. Sewaktu membongkar tanaman, bagian pangkal serta tanahnya kita bungkus dengan plastik agar akar- akar di bagian dalam terlindung dari kerusakan, dilakukan dengan hati-hati.
2) Penyiangan
Penyiangan adalah membuang dan memebersihan rumput-rumput atau tanaman pengganggu lainnya yang tumbuh di kebun salak. Tanaman pengganggu yang lazim di sebut gulma ini bila tidak diberantas akan menjadi pesaing bagi tanaman salak dalam memperebutkan unsur hara dan air.
Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2 bulan setelah bibit ditanam, penyiangan berikutnya dilakukan tiap 3 bulan sekali sampai tanaman berumur setahun. Setelah itu penyiangan cukup dilakukan setiap 6 bulan sekali atau 2 kali dalam satu tahun, dilakukan pada awal dan akhir musim penghujan.
3) Pembubunan
Sambil melakukan penyiangan, dilakukan pula penggemburan dan pembumbunan tanah ke pokok tanaman salak. Hal ini dilakukan untuk menghemat ongkos kerja juga untuk efisiensi perawatan. Tanah yang digemburkan dicangkul membentuk gundukan atau bumbunan yang berfungsi untuk menguatkan akar dan batang
tanaman salak pada tempatnya. Bumbunan jangan sampai merusak parit yang
ada.
4) Perempalan dan Pemangkasan
Daun-daun yang sudah tua dan tidak bermanfaat harus dipangkas. Juga daun yang terlalu rimbun atau rusak diserang hama. Tunas-tunas yang terlalu banyak harus dijarangkan, terutama mendekati saat-saat tanaman berbuah (perempalan). Dengan pemangkasan, rumpun tanaman salak tidak terlalu rimbun sehingga kebun yang lembab serta pengap akibat sirkulasi udara yang kurang lancar diperbaiki. Pemangkasan juga membantu penyebaran makanan agar tidak hanya ke daun atau bagian vegetatif saja, melainkan juga ke bunga, buah atau bagian generatif secara seimbang.
Pemangkasan dilakukan setiap 2 bulan sekali, tetapi pada saat mendekati masa berbunga atau berbuah pemangkasan kita lakukan lebih sering, yaitu 1 bulan 1 kali.
Apabila dalam rumpun salak terdapat beberapa anakan, lakukanlah pengurangan anakan menjelang tanaman berbuah. Satu rumpun salak cukup kita sisakan 1 atau 2 anakan. Jumlah anakan maksimal 3-4 buah pada 1 rumpun. Bila lebih dari itu anakan akan mengganggu produktivitas tanaman.
Pemangkasan daun salak sebaiknya sampai pada pangkal pelepahnya. Jangan hanya memotong setengah atau sebagian daun, sebab bagian yang disisakan sebenarnya sudah tidak ada gunanya bagi tanaman.
Pemangkasan pada saat lewat panen harus tetap dilakuakan. Alat pangkas sebaiknya menggunakan golok atau gergaji yang tajam. Pemangkasan yang dilaksanakan pada waktu dan cara yang tepat akan membantu tanaman tumbuh baik dan optimal.
5) Pemupukan
Semua bahan yang diberikan pada tanaman dengan tujuan memberi tambahan unsur hara untuk memperbaiki pertumbuhan dan produksi tanaman disebut pupuk. Ada pupuk yang diberikan melalui daerah perakaran tanaman (pupuk akar). Pupuk yang diberikan dengan cara penyemprotan lewat daun tanaman (pupuk daun). Jenis pupuk ada 2 macam: pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik adalah pupuk kandang, pupuk hijau, kompos, abu tanaman, tepung darah dan sebagainya. Pupuk anorganik adalah: Ure, TSP, Kcl, ZA, NPK Hidrasil, Gandasil, Super Fosfat, Bay folan, Green Zit, dan sebagainya. Pupuk organik yang sering diberikan ke tanaman salak adalah pupuk kandang.
Umur tanaman :
a) 0-12 bulan (1 x sebulan): Pupuk kandang 1000, Urea 5 gram, TSP 5 gram, KCl
5 gram
b) 12-24 bulan (1 x 2 bulan): Urea 10 gram, TSP 10 gram, KCl 10 gram. c) 24-36 bulan (1 x 3 bulan): Urea 15 gram, TSP 15 gram, KCl 15 gram. d) 36–dst (1 x 6 bulan): Urea 20 gram, TSP 20 gram, KCl 20 gram.
6) Pengairan dan Penyiraman
Air hujan adalah siraman alami bagi tanaman, tetapi sulit untuk mengatur air hujan agar sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Air hujan sebagian besar akan hilang lewat penguapan, perkolasi dan aliran permukaan. Sebagian kecil saja yang tertahan di daerah perakaran, air yang tersisa ini sering tidak memenuhi kebutuhan tanaman. Dalam budidaya salak, selama pertumbuhan, kebutuhan akan air harus tercukupi, untuk itu kita perlu memberi air dengan waktu, cara dan jumlah yang sesuai.
7) Pemeliharaan Lain
Setelah ditanam di kebun kita buatkan penopang dari bambu atau kayu untuk
menjaga agar tanaman tidak roboh.
kurang tepat akan memboroskan biaya. Gulma dari golongan rumput-rumputan dapat dibasmi dengan herbisida Gramoxone, Gesapas, Basta atau Diuron. Dari golongan teki-tekian dapat diberantas dengan Goal. Alang-alang dapat dibasmi dengan Round-up atau Sun-up. Sedangkan tanaman yang berdaun lebar dapat diatasi dengan Fernimine. Ada juga herbisida yang dapat memberantas beberapa jenis gulma.
D.Syarat Tumbuh
1. Iklim
1) Tanaman ssalak sesuai bila ditanam di daerah berzona iklim Aa bcd, Babc dan Cbc. A berarti       jumlah bulan basah tinggi (11-12 bulan/tahun), B: 8-10 bulan/tahun dan C : 5-7 bulan/tahun.
2) Salak akan tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan rata-rata per tahun 200-400 mm/bulan. Curah hujan rata-rata bulanan lebih dari 100 mm sudah tergolong dalam bulan basah. Berarti salak membutuhkan tingkat kebasahan atau kelembaban yang tinggi.
3) Tanaman salak tidak tahan terhadap sinar matahari penuh (100%), tetapi cukup
     50-70%, karena itu diperlukan adanya tanaman peneduh

4) Suhu yang paling baik antara 20-30°C. Salak membutuhkan kelembaban tinggi,
    tetapi tidak tahan genangan air

2. Tanah
1) Tanaman salak menyukai tanah yang subur, gembur dan lembab.
2) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk budidaya salak adalah 4,5 - 7,5. Kebun salak tidak   tahan dengan genangan air. Untuk pertumbuhannya membutuhkan kelembaban tinggi.
3. Ketinggian Tempat
Tanaman salak tumbuh pada ketinggian tempat 100-500 m dpl.
E.Pemanenan
Mutu buah salak yang baik diperoleh bila pemanenan dilakukan pada tingkat kemasakan yang baik. Buah salak yang belum masak, bila dipungut akan terasa sepet dan tidak manis. Maka pemanenan dilakukan dengancara petik pilih, disinilah letak kesukarannya. Jadi kita harus benar-benar tahu buah salak yang sudah tua tetapi belum masak.
Ciri dan Umur Panen
Buah salak dapat dipanen setelah matang benar di pohon, biasanya berumur 6 bulan setelah bunga mekar (anthesis). Hal ditandai oleh sisik yang telah jarang, warna kulit buah merah kehitaman atau kuning tua, dan bulu-bulunya telah hilang. Ujung kulit buah (bagian buah yang meruncing) terasa lunak bila ditekan. Tanda buah yang sudah tua, menurut sumber lain adalah: warnanya mengkilat (klimis), bila dipetik mudah terlepas dari tangkai buah dan beraroma salak.
Cara Panen
Cara memanen: karena buah salak masaknya tidak serempak, maka dilakukan petik pilih. Yang perlu diperhatikan dalam pemetikan apakah buah salak tersebut akan disimpan lama atau segera dimakan. Bila akan disimpan lama pemetikan dilakukan pada saat buah salak tua (Jawa: gemadung), jadi jangan terlalu tua dipohon. Buah salak yang masir tidak tahan lama disimpan. Pemanenan buah dilakukan dengan cara memotong tangkai tandannya.
Periode Panen
Tanaman salak dalam masa panennya terdapat 4 musim:
1) Panen raya pada bulan Nopember, Desember dan Januari
2) Panen sedang pada bulan Mei, Juni dan Juli
3) Panen kecil pada bulan-bulan Pebruari, Maret dan April.
4) Masa kosong/istirahat pada bulan-bulan Agustus, September dan Oktober. Bila pada bulan-bulan  ini ada buah salak maka dinamakan buah slandren. Menurut sumber lain panen besar buah salak adalah antara bulan Oktober – Januri


.3. Pengemasan dan Pengangkutan
Tujuan pengemasan adalah untuk melindungi buah salak dari kerusakan, mempermudah dalam penyusunan, baik dalam pengangkutan maupun dalam gudang penyimpanan dan untuk mempermudah perhitungan. Ada pengemasan untuk buah segar dan untuk manisan salak.
Pengemasan untuk buah segar:
a).alat pengemas harus berlubang
b).harus kuat, agar buah salak terlindung tekanan dari luar
c).dapat diangkut dengan mudah
d).ukuran pengemas harus disesuaikan dengan jumlah buah.
Pengemasan untuk manisan salak: dikemas dalam kaleng yang ditutup rapat yang telah dipastursasi sehingga semua mikroba seperti jamur, ragi, bakteri dan enzim dapat mati dan tidak akan menimbulkan proses pembusukan. Untuk manisan yang dikeringkan, umumnya dikemas dalam plastik.
Pengangkutan merupakan mata rantai penting dalam penanganan, penyimpanan
dan distribusi buah-buahan. Syarat-syarat pengangkutan untuk buah-buahan:
a) Pengangkutan harus dilakukan dengan cepat dan tepat.
b) Pengemasan dan kondisi pengangkutan yang tepat untuk menjamin terjaganya
mutu yang tinggi.
d)Harapan adanya keuntungan yang cukup dengan menggunakan fasilitas
pengangkutan yang memadai.

F.Manfaat Salak

            Buah salak hanya dimakan segar atau dibuat manisan dan asinan. Pada saat ini manisan salak dibuat beserta kulitnya, tanpa dikupas. Batangnya tidak dapat digunakan untuk bahan bangunan atau kayu bakar. Buah matang disajikan sebagai buah meja. Buah segar yang diperdagangkan biasanya masih dalam tandan atau telah dilepas (petilan). Buah salak yang dipetik pada bulan ke 4 atau ke 5 biasanya untuk dibuat manisan.

            Selain itu, sekarang salk juga di gunakan sebagai kripik salak, jenang salak, sirup salak, dan juga digunakan sebagai obat penyakit asam urat.





BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
            Salak pondoh merupakan salak yang dilestrikan di agrowisata turi – Jogjakarta.Salak pondoh memiliki 8 jenis yaitu salak madu, salak hitam, salak manggala, salak nglinting, salak klengkeng, salak ayu, salak gading, dan salak super. Salak pondoh tumbuh sampai masa panen sekitar 2,5 tahun, salak pondoh ini pengembangannya yaitu dengan dicangkok agar rasanya tetap manis.
            Perawatan salak pondoh cukup rumit karena banyak membutuhkan air, pemupukannya harus 2 kali dalam setahun dengan menggunakan pupuk organic agar kualitasnya terjaga, dan harus dilakukan penyiangan serta pemangkasan pelapah
            Dalam pemetikan salak pondoh yang baik yaitu dengan memotong semua dalam setiap tendon, jika ingin menghasilkan buah yang besar maka sebaiknya menggunakan system penjaringan yaitu dengan menyisahkan 4 – 5 pelepah tiap pohon salak.
Dalam penyilangan, salak jantan 1 buah akan mengawinkan 25 salak betina dan 1 pohon jantan dapat mengawinkan  50 pohon betiana.
B.Saran
            Dari kesimpulan di atas dapat di sarankan bahwa salak pondoh perwatannya harus hati – hati agar kualitasnya tetap terjaga, dan jangan sampai salak itu kekurangan air apalagi pupuk karena pupuk itu berguna bagi pertumbuhan tanaman.
859161_salaks.jpgC.Lampiran

Share this article :

0 comments:

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified


 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. the matic and tecnologi zainuri 3 - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger